Tak terelakkan, era mobil autonomous telah berada di depan mata. Sebuah era yang akan mengubah kultur dan cara pandang pada sebuah mobil.

Selangkah Menuju Era Mobil Autonomous.

 
Selangkah Menuju Era Mobil Autonomous.

Tak terelakkan, era mobil autonomous telah berada di depan mata. Sebuah era yang akan mengubah kultur dan cara pandang pada sebuah mobil.

Perangkat eletronik mungkin akan menjadi supir, suatu hari nanti mobil Anda akan melaju di jalanan dan semuanya dikontrol oleh perangkat eletronik yang sepenuhnya mengatur kecepatan dan kemudi mobil.

Jalanan akan menjadi lebih aman dengan kontrol otomatis. Tidak ada kemacetan, tidak ada kemacetan dan tidak ada kelelahan supir. Demikian salah satu ungkapan imajinasi Issac Asimov mengenai mobil di masa yang dimuat di The New York Times, Agustus 1964.

50 tahun silam apa yang diimajinasikan oleh Isaac Asimov mungkin dianggap isapan jempol belaka. Namun apa yang menjadi tulisan ini merupakan masalalu Asimov.

Sedangkan imajinasinya semakin dekat dengan kenyataan di depan mata kita.

Sebuah mobil autonomous, merupakan mobil yang rumit dan komplek. Mobil ini bekerja tak semata-mata hanya mengandalkan beragam sensor yang ada pada mobil, namun diibutuhkan pula beragam peranti pendukung lainnya dan satelit merupakan salah satu perangkat yang tidak bisa ditiadakan.

Persis seperti yang dikatakan oleh Asimov, bahwa sistem autonomous ini sungguh sangat bergantung pada perangkat eletronik dan kelistrikan.

Paduan antara sensor dan perangkat secara berkesinambungan memberikan data yang kemudian diolah oleh komputer mobil untuk menentukan rumusan jarak, kecepatan, akselerasi, hingga pengereman.

Di samping itu mobil secara terus menerus dipandu oleh navigasi untuk menentukan rute ataupun jalur alternatif. Bisa sedikit dibayangkan seperti saat kita menggunakan aplikasi Waze ataupun Google Map.

Sejauh ini Tesla menjadi pembuat mobil yang cukup agresif dalam mengembangkan dan memasyarakatkan mobil fully autonomous.

Walaupun pada prakteknya terjadi kecelakaan yang menewaskan satu orang  di Pensylvania, AS dan kemudian disusul dengan dua kejadian lagi yang untung tidak membawa korban jiwa.

Namun sepertinya konsep mobil autonomus sebagai masa depan transportasi tetap ditanggapi dengan antusias. Porsche, Mercedes Benz, BMW, VW, GM dan hampir semua perusahaan mobil terkemuka telah berada di dalam arena kompetisi untuk mewujudkan sistem dan mobil autonomous yang lebih baik dan sempurna.

Bahkan ada yang secara lantang memproyeksikan bahwa sama sekali tidak perlu ada lagi sopir untuk mobil Autonomous, seperti yang disuguhkan oleh Rolls Royce, lewat Rolls Royce Vision Next 100 yang disebut juga sebagai 103EX.  Tidak ada lingkar kemudi dan hanya menyuguhkan jok penumpang dengan ruang kaki yang sangat luas.

Rolls Royce Vision Next 100 memperkenalkan konsep mobil otonom murni tanpa menggunakan campur tangan supir

Sebuah konsep yang praktis mengikis atau bahkan membunuh insting mengemudi dan juga merubah kultur otomotif secara radikal.

Mungkin kita kelak kita akan melihat balap mobil bagai melihat sirkus yang menyuguhkan tontonan pelipur jiwa belaka.

Lebih sederhana lagi, melihat orang menyetir mobil laksana melihat orang 'purba' yang layak menjadi penghuni museum.

Pastinya…cara pandang orang akan mobil akan berubah.

Namun seperti apa bentuk perubahannya, sebaiknya harap bersabar dan kita tunggu waktunya.

Mercedes-Benz F015 merupakan gambaran limousine dan kantor berjalan di masa depan. Mobil ini dapat disetel sebagai full-autonomous, semi-autonomous dan mengemudi konvensional
 
Related
Updates

otodriver.com