GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) membuktikan eksistensinya untuk mendukung industri otomotif lewat pameran berskala internasional yang digelar setiap tahunnya.

GIIAS Sebagai Pameran Internasional Yang Diakui Dunia

 
GIIAS Sebagai Pameran Internasional Yang Diakui Dunia

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) membuktikan eksistensinya untuk mendukung industri otomotif lewat pameran berskala internasional yang digelar setiap tahunnya.

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) membuktikan eksistensinya untuk mendukung industri otomotif lewat pameran berskala internasional yang digelar setiap tahunnya.

Tahun 2015 lalu, pameran yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai, berhasil menyedot pengunjung hingga lebih dari 450.000 pengunjung. Perhatian industri otomotif dunia di bulan Agustus pun terpusat pada Indonesia. Lebih dari 1.000 jurnalis dari 10 Negara meliput secara komprehensif 11 hari perhelatan otomotif terakbar di Indonesia.

World premiere Honda BR-V di GIIAS

Pameran berskala Internasional bagi GIIAS akhirnya bukan sekadar nama, namun situasi dunia membuktikan hal itu. Berdasarkan luas lahan, GIIAS 2016, yang akan digelar di lokasi sama dengan alokasi lahan seluas 96.577 meter2 membuat event tersebut menjadi pameran otomotif terbesar ketujuh di dunia dari 18 pameran otomotif yang terdaftar pada kalender Auto Show OICA.

"Ada lima pameran otomotif yang selalu menjadi fokus perhatian masyarakat internasional yaitu Frankfurt, Paris, Jenewa, Tokyo, dan Detroit. Saat ini, kami mungkin masih terbesar di Asia Tenggara, tapi kami punya visi mengarah ke sana (menjadi salah satu fokus perhatian masyarakat internasional tersebut, red)," jelas Andy Wismarsyah, Presiden Direktur Seven Events selaku penyelenggara GIIAS. Di masa yang akan datang, ia berharap GIIAS bisa menjadi yang terbesar di Asia terlebih dahulu.

Luasnya lahan pun bagi GAIKINDO dan Seven Events yang ditunjuk sebagai penyelenggara esksibisi pun bukan sekadar angka. Namun hal ini menunjukkan atensi penuh pada kepuasan peserta pameran dan tentunya masyarakat yang berkunjung. Buktinya, tahun ini saja demi pengunjung dan peserta, GIIAS menambah luas lahan yang digunakan untuk pameran. Pada tahun 2015, GIIAS menggunakan 91.577 meter2 sedangkan tahun ini bertambah 5.000 meter2.

“Penambahan 5.000 meter2 dari tahun sebelumnya mayoritas ditujukan untuk ruang publik. Nantinya ruang ini akan dijadikan tempat istirahat dan bersantai bagi pengunjung. sehingga pengunjung bakal lebih betah," imbuh Andy.

Berdasarkan evaluasi GIIAS 2015, rata-rata pengunjung hanya bertahan selama 3-4 jam. Kondisi itu yang ingin diperbaiki di tahun 2016. Ia berharap di tahun ini dengan penambahan lahan tersebut masyarakat akan lebih betah dan menghabiskan lebih banyak waktu ketika berkunjung ke GIIAS. Adapun sisa area tambahan akan digunakan untuk lokasi booth peserta pameran.

Pengunjung GIIAS 2015 mencapai 450.000 orang lebih

Bagi Andy dan timnya yang sudah membangun pameran otomotif bersama GAIKINDO sejak belasan tahun lalu itu, eskalasi pameran pun tak henti dilakukan. Kerjasama dengan OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles) sejak satu dekade lalu menjadi bukti eksistensi dari pameran yang digelarnya.

OICA adalah organisasi internasional yang memayungi organisasi industri otomotif dari seluruh dunia. Menjadi bagian OICA adalah syarat penting untuk mengakui sebuah pameran yang merupakan pameran berskala internasional. Pasalnya, dengan pengakuan dan dukungan OICA, pameran tersebut bisa terdaftar dalam kalender pameran otomotif di seluruh dunia yang dibuat oleh OICA. Sehingga atensi pelaku industri, media juga masyarakat bisa terakomodir tanpa merugikan dan malah menguntungkan bagi seluruh anggota.

Di Indonesia, hanya GIIAS, pameran yang terdaftar dalam kalender pameran anggota OICA sebagai pameran otomotif internasional. Ini membuktikan betapa besarnya dukungan dunia pada GIIAS untuk menjadi bagian industri otomotif dunia.

Namun ada satu misi lagi yang sedang diemban Andy dan timnya untuk menaikkan level GIIAS sebagai pameran internasional agar kian setara dengan lima pameran otomotif terbesar dunia.

“Lebih banyak lagi world premiere di GIIAS,” itu ucapnya secara singkat, padat nan penuh makna.

Dari tahun ke tahun, pameran yang digelar Andy dan timnya bersama GAIKINDO terus mencatat world premiere. Tahun 2012, world premiere Honda CR-Z, lantas tahun 2013, world premiere Honda Mobilio Prototype, kemudian tahun 2014, Datsun yang baru saja lahir kembali, memilih pameran yang diselenggarakan oleh Andy dan timnya kala itu, untuk menjadi wadah peluncuran model GO+ Panca. Datsun Go+ Panca menjadi model kedua Datsun setelah bereinkarnasi. Bahkan di Indonesia, Datsun GO+ Panca menjadi mobil LCGC (Low Cost Green Car) pertama dengan format 7-seater LMPV.

Tahun berikutnya, pada 2015, Honda kembali merilis mobilnya pada pameran yang digelar oleh GAIKINDO bersama Seven Events. Honda BR-V Prototype, sebuah versi siap produksi dari Low SUV Honda, sontak menjadi perhatian seluruh dunia kala itu. Pasalnya minat masyarakat dunia tahun itu memang terfokus pada mobil berharga terjangkau dengan daya jelajah yang tinggi.

CarReview pun menjadi saksi peluncuran mobil tersebut. Berjajar bersama kami, para jurnalis dari seluruh dunia. Bahkan di antara mobil-mobil yang meluncur dalam 11 hari penyelenggaraan GIIAS 2015, peluncuran Honda BR-V Prototype merupakan hajat teramai yang diliput oleh para jurnalis. Dan pada GIIAS 2015-lah, tabir Honda BR-V pertama kali dibuka di dunia.

World premiere memang selalu menjadi jurus andalan para penyelenggara pameran di seluruh dunia untuk mengundang atensi industri otomotif se-Bumi. Pasalnya hal ini bukan sekadar penarik perhatian pengunjung, namun bagi prinsipal, keputusan menghadirkan mobil sebagai world premiere menjadi tolak ukur besarnya industri di negara itu sendiri dan pengakuan industri di negara tersebut di mata dunia.

 

 
 
Related
Don't miss this stories
Updates

otodriver.com